Buka arsip yang ada di harddisk. Ternyata masih ada sebuah surat yang pernah dibuat oleh teman-teman yang ditujukan dan diserahkan langsung kepada Bpk. Jusuf Kalla. Hampir setahun yang lalu.
Kuala Lumpur, 20 Juli 2007
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selayaknya ananda mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT atas diberikannya kesempatan yang sangat langka ini untuk dapat bertemu dan menuliskan sebuah surat untuk ayahanda Wakil Presiden. Ananda sungguh beruntung dapat bertatap-muka dengan ayahanda.Ayahanda Wapres RI yang kami cintai,
Bertemu dan menulis surat ini seakan membuat ananda merasa menjadi sebenar-benar warga negara Indonesia yang sesungguhnya. Bagaimana tidak, ananda dapat bertemu dengan seorang Wakil Presiden yang tentunya memiliki banyak sekali urusan dan permasalahan negara yang menuntut untuk segera diselesaikan.Namun dibalik itu semua, kesempatan langka ini ternyata juga membuat ananda berpikir, “seorang tukang sapu jalan MH. Thamrin di Jakarta menitipkan pesannya pada kami mengenai tunjangan untuk kesejahteraan keluarganya” dan “seorang tukang becak di depan Tunjungan Plaza Surabaya juga menitipkan pesan pada kami untuk memastikan pendidikan yang terjangkau bagi anak-anaknya”, belum lagi kawan-kawan ananda di kampus-kampus Indonesia yang melakukan berbagai macam aksi. Seakan kesempatan ananda untuk bertemu dan menulis surat kepada ayahanda tercinta ini dititipi banyak-banyak curahan hati dari ber-ratus juta warga negara kita.
Ayahanda tercinta,
Bahwasanya ketakjuban kami dengan besarnya komitmen pemerintah Malaysia terhadap pendidikan hingga dapat mencapai 20 % dari APBN-nya adalah sebuah kepastian. Ditambah lagi dengan penyediaan berbagai fasilitas dan kemudahan yang disediakan bagi semua pelajar hingga yang kurang mampu sekalipun dapat tetap bersekolah. Ananda sering mendengar penjelasan seorang cikgu sebuah sekolah kebangsaan di Subang hingga seorang professor emeritus Universiti Malaya jika “pendidikan merupakan investasi yang tak ternilai” dan ananda melihat hal ini belum terwujud sepenuhnya di negara dimana ayahanda dan ananda tinggal selama ini. Bukankah kemajuan sebuah bangsa bergantung pada pendidikan terhadap pemuda-pemudinya ?Ayahanda,
Bukan lelah ananda menuntut. Bukan pula ananda mengeluh. Namun ananda rindu dengan kesejahteraan dan kemakmuran untuk semua warga negara kita. Rindu dengan pendidikan yang terjangkau dan berkualitas. Rindu dengan ”gemah ripah loh jinawi”-nya daerah-daerah di Indonesia bahkan yang terpencil sekalipun. Sehingga dalam surat ini ananda mengemukakan beberapa hal hasil pemikiran ananda dan kawan-kawan dapatkan selama berada di Malaysia meskipun ananda tidak mampu menghadirkan sebuah data dan fakta sekaliber hasil penelitian yang menurut ananda sekalipun ananda mampu, sudah pasti ayahanda memiliki peneliti-peneliti pendidikan yang lebih kompeten berikut data dan fakta yang lebih valid.Permohonan ananda kepada ayahanda seluruhnya berdasarkan kepada kenyataan yang ananda dan kawan-kawan hadapi sehari-hari di Indonesia maupun beberapa hari terakhir di Malaysia.
Berikut ananda tuliskan permohonan-permohonan tersebut,
- Merealisasikan alokasi 20 % APBN dan APBD terhadap bidang pendidikan akan menunjukkan komitmen ayahanda dan Presiden RI terhadap kemajuan bangsa ini melalui pendidikan. Lihatlah ayahanda, pemerintah Malaysia sudah melakukannya dan sudah terlihat bukti nyatanya.
- Pendidikan terjangkau untuk seluruh elemen masyarakat. Jangan ayahanda dukung berbagai bentuk komersialisasi pendidikan di negara kita. Dengan lain kata, jangan ayahanda bebankan biaya pendidikan yang terlalu besar terhadap rakyat kita yang sebagian besar berada di bawah garis kemiskinan. Di Malaysia, seorang siswa dari keluarga tak mampu-pun dapat tetap melanjutkan sekolahnya dikarenakan biaya sekolahnya 75 % ditanggung oleh pemerintah.
- Peningkatan fasilitas pendidikan tentu dapat membantu mempercepat majunya pendidikan di Indonesia. Berikut kontrol pendidikan secara kualitas maupun kuantitas karena ananda lihat masih banyak ”tikus-tikus berdasi” yang memanfaatkan kesempatan ini untuk korupsi yang ayahanda harus segera basmi. Perlu ayahanda ketahui, kerajaan Malaysia mendukung penuh berbagai sarana dan prasarana mulai dari sekolah rendah hingga perguruan tinggi. Fasilitas-fasilitas ini dapat dinikmati dengan mudah oleh semua pelajar.
- Tingkatkan kesejahteraan tenaga pengajar sebagaimana jaminan kemakmuran sebagai salah satu bentuk penghargaan besar terhadap tenaga pengajar yang terwujud di Malaysia. Ayahanda utamakan pada tenaga pengajar pada daerah terpencil supaya tercapai pemerataan pendidikan.
- Malaysia berani memenjarakan warga negaranya jika didapati tidak memasukkan anaknya ke sekolah, namun ananda sadari hal ini belum waktunya diterapkan di Indonesia. Tapi ananda yakin, ayahanda dapat memaksimalkan sosialisasi pendidikan pada masyarakat agar kinerja dan sistem pendidikan yang telah dibuat ayahanda mendapatkan dukungan secara menyeluruh.
Ayahanda tercinta,
Setelah pertemuan ini, ananda dan kawan-kawan mahasiswa Indonesia lainnya akan tetap melakukan fungsi kami sebagai social control dan moral force dengan proporsi yang ananda dasarkan pada kondisi dan situasi yang berkembang di kemudian hari. Ananda harapkan pula ayahanda terus berusaha melakukan fungsi ayahanda sebagai wakil presiden RI yang terpilih langsung oleh rakyat kita yang tentunya menaruh harapan besar terhadap kinerja ayahanda untuk membangun bangsa dan negara ini.Ayahanda Wapres RI yang kami cintai,
Sebagai penutup, ananda buatkan sebuah pantun yang sudah menjadi budaya masyarakat Melayu untuk ayahanda seorang dan seluruh bangsa Indonesia.Merantau ke Melaka negri bersejarah
Cakapkan hati ’tuk menimba ilmu
Meski hancur berpeluh darah
Cukuplah tempat berlabuh IndonesiakuSemoga surat ini berikut pertemuan ananda dan kawan-kawan dengan ayahanda dapat menjadi sebuah kontribusi nyata kepada kemajuan dunia pendidikan. Bagaimanapun jua, Allah SWT pasti melihat semua usaha yang ananda dan ayahanda lakukan sebagai sebuah kebaikan jika masing-masing berniat ikhlas dan berusaha untuk memberikan yang terbaik terhadap amanah yang ayahanda dan ananda emban dalam fungsi masing-masing.
Permohonan maaf ananda haturkan apabila terdapat hal yang tidak berkenan di hati ayahanda. Terimakasih atas perhatian dan waktu yang ayahanda berikan untuk membaca surat ini berikut ananda harapkan untuk segera menjadi kenyataan demi majunya Indonesia tercinta.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Kelompok Mahasiswa Indonesia di Malaysia
Penerima Beasiswa Unggulan Aktivis DIKNAS Periode 2006-2007* Surat ini diberikan sebagai ’nasihat’ kami selaku mahasiswa kepada pemimpin kami, Bpk. Wakil Presiden RI. Diberikan langsung kepada beliau pada saat pertemuan 60 Mahasiswa Indonesia di Malaysia (dari peserta Beasiswa Unggulan perwakilan sebanyak 14 Orang) dengan Bpk. Wakil Presiden RI di Prince Hotel, Kuala Lumpur. Bertepatan dengan pasca kegiatan penganugerahan gelar Doctor Honoris Causa dari Universiti Malaya kepada Bpk. Wakil Presiden RI.
Untuk surat lebih lengkapnya, bisa di download di sini : surat-terbuka-untuk-ayahanda-wakil-presiden.
